Forum Ukhuwah UNM

Ajang untuk saling berbagi ilmu, taushiyah, curhat dan info masyarakat UNM makassar
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin
Radio Sunnah

Latest topics
» RAHASIA MUDAHNYA MENDAPATKAN MODAL UNTUK USAHA ATAU UNTUK BIAYA HIDUP
Mon Jul 15, 2013 5:09 pm by millantea

» надо похудеть на 15кг за 20дней
Thu Aug 04, 2011 9:04 pm by Tamu

» best fish oils supplements
Thu Aug 04, 2011 2:50 pm by Tamu

» Alabama Dept. of Public Health Proposes Civil Penalty Against Company For Failing To Properly Maintain Security, Accountability Of Radioactive Sources
Thu Aug 04, 2011 1:49 pm by Tamu

» Effects Of Ekg On Caffeine
Wed Aug 03, 2011 8:33 pm by Tamu

» generic name for ultram er
Wed Aug 03, 2011 4:30 pm by Tamu

» australia online casinos
Tue Aug 02, 2011 11:30 pm by Tamu

» sundown naturals fish oil
Tue Aug 02, 2011 10:37 pm by Tamu

» hotele polska 5 gwiazdek
Tue Aug 02, 2011 2:32 pm by Tamu

User Yang Sedang Online
Total 1 user online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 1 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 21 pada Sat Feb 05, 2011 7:12 am
Top posters
Admin
 
al_ghariby
 
erkawe
 
ikhwan_unm
 
ullahsultan
 
akhjafar
 
Salsabilah
 
abu uwais
 
najah
 
ibnu yahya
 
Kalender Hijriah
google salaf

Share | 
 

 Sejarah Yahudi Israel

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
al_ghariby
Aktif
Aktif


Female Jumlah posting : 69
Registration date : 13.01.09

PostSubyek: Sejarah Yahudi Israel   Wed Jan 14, 2009 9:29 pm

Kisahnya itu kita mulai dari sini :

Sebelumnya mereka adalah bangsa yang terlunta-lunta tanpa tempat tinggal. Tak satu pun bangsa lain di dunia ini yang rela ditumpangi karena khawatir prilaku licik mereka yang selalu kelewatan. Kelicikan ini didukung pula oleh kecerdasannya yang konon memang lumayan. Akibat tersohornya kelicikan ini sampai-sampai bangsa Jerman sempat berhasrat untuk melenyapkan mereka dari muka bumi.

Yahudi. Ya merekalah si Yahudi itu.

Lalu entah darimana tiba-tiba mereka teringat dengan [konon] tanah para leluhurnya yang dulu-dulu sekali itu (yaitu daerah palestina plus sekitarnya sekarang). Opininya adalah tanah itu merupakan tanah nenek moyang yang mereka akui dari keturunan Musa as dulu. Duh, padahal kita tahu ajaran musa sendiri mereka khianati.

Lalu dirancanglah skenario itu.

Dengan dibantu oleh bangsa-bangsa lain yang ketakutan tanahnya sendiri direbut oleh si Yahudi ini maka strategi licik itu dimulai. Mulanya sempat tanah yang ditentukan itu adalah dataran brazil sekarang, argentina dan uganda dan sampai akhirnya mereka memutuskan daerah palestina saja. Apalagi mereka bisa menggunakan alasan historis dan kitab suci untuk merebut daerah palestina plus-plus tersebut.

Penguasa di palestina saat itu pada mulanya sangat kuat dan konsisten dalam mempertahankan tanahnya sendiri. Jangankan di jual sejengkal, untuk ditumpangi sekejap saja pun tidak digubris setiap si Yahudi atau calo-calonya mencoba mencari simpati di awal skenario tadi.

Tapi apa akhirnya …

Yah begitulah… mereka memang licik bersama dengan kecerdikannya.

Sebagian dari bangsa palestina dan arab lain pada waktu itu ada juga yang lengah, apalagi saat kolonial Inggris berhasil menjajah. Pada mulanya istilah numpang. “Bolehkah kami numpang di daerahmu ini sebentaa…aar aja, masalahnya kami dimana-mana diusir dan dipencilkan oleh bangsa lain, apa kalian tidak kasihan dengan kami ?” Katakanlah pada mulanya mereka diberi tumpangan atas dasar belas kasihan. Lama kelamaan mereka bisa membeli, di waktu berikutnya merebut, dan sekarang mereka merasa memiliki. “Ini tanah kami lho“, katanya. “Tuhan memang menghadiahkannya untuk kami“.

Lalu pelan-pelan mereka terus mengatur siasat untuk dapat mengusir sang tuan rumah dari tanahnya sendiri.

Sedari dahulu bangsa Yahudi ini memang begitu. Mereka seperti ditakdirkan untuk menjadi ujian bagi manusia lain di kehidupan ini. Mereka berkali-kali mencoba membunuh utusan Tuhan (seperti kasus Isa as), mengobrak-abrik ajaran para utusan-NYA itu dan selalu menindas manusia lain saat diberi kekuasaan (kekuatan) sedikit saja.

Begitulah seperti halnya yang kita saksikan akhir-akhir ini.

Tuhan seperti memberi kesempatan pada kita untuk menyaksikan dan membuktikan akan kebejatan mereka setelah ada sebagian dari saudara-saudara kita yang tertipu. Tertipu dengan alasan-alasan kemanusiaannya (humanisme), tertipu dengan alasan kesamaannya (pluralisme) dan tertipu dengan logika pemaksaan pembenaran (apologis) yang dirancangnya.

Sebagian memang ada bangsa Yahudi ini yang baik, yang tersadar dari fitrahnya, seperti halnya di zaman rasulullah terdapat sejumlah yahudi yang menjadi muslim.

Tapi Yahudi-Israel yang kita saksikan saat ini benar-benar telah membukakan mata kita sendiri bahwa mereka memang musuh kita yang sebenar nyata.



K
Referensi:
swaramuslim
Hidayatullah Mei 2002
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
 
Sejarah Yahudi Israel
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Forum Ukhuwah UNM :: Ad-Dienul Islam :: Artikel-
Navigasi: